Kamis, 10 Desember 2009

Motivasi

. Kamis, 10 Desember 2009
0 komentar

motivationArti pentingnya Motivasi.

Berelson dan Steiner mengartikan istilah motif ialah "suatu pernyataan batin yang berujud daya kekuatan, untuk bertindak atau bergerak, dan bahwa secara langsung atau melalui saluran perilaku mengarah terhadap sasaran" (an inner state that energizes, activates, or moves - "motivation" -, and that directs or channels behavior toward goals). Dengan perkataan lain "motivasi" adalah pengertian umum daIam bentuk "dorongan", "kehendak", "kebutuhan", "keinginan", dan daya kekuatan lain yang ada kesamaannya.
Motif manusia didasarkan atas kebutuhan-kebutuhan, yang dirasakan secara sadar atau tidak sadar.
Motivasi menyangkut reaksi berantai, yaitu dimulai dari kebutuhan yang dirasakan (the Need), lalu timbul keinginan atau sasaran yang hendak dicapai (Want), kemudian menyebabkan usaha-usaha mencapai sasaran/tujuan, yang berakhir dengan Pemuasan (Satisfaction). Reaksi berantai antara kebutuhan - keinginan dan pemuasan (Need - Want Satisfaction chain) tidak selalu berjalan demikian mudah sebagaimana yang digambarkan. Kebutuhan yang diinginkan karena disebabkan perilaku, tetapi dapat pula kebutuhan mungkin akibat daripada perilaku. Demikian pula Pemuasan satu kebutuhan yang lain.

Teori Douglas Mc. Gregor.
Douglas Mc. Gregor menciptakan konsep baru tentang motivasi dalam managemen yang disebut Teori X dan Teori Y.
Teori X adalah pendekatan konsep yang didasarkan suatu anggapan, tentang perilaku manusia dalam lingkungan pekerjaan, anggapan yang telah membudaya dalam masyarakat.
Teori X disebut: Pandangan tradisional dari Pembinaan dan Pengendalian, yang menurut anggapannya ialah:
1. Pada umumnya manusia pada hakikatnya tidak suka bekerja (malas) dan bila mungkin ia akan menghindari pekerjaan itu.
2. Orang-orang itu harus dipaksa, dibina, dikendalikan, diancam (ditakut-takuti) dengan sanksi (hukuman) agar dapat melaksanakan usaha yang sebaik--baiknya untuk mencapai tujuan organisasi.
3. Pada umumnya manusia lebih suka dibina, karena ingin menghindarkan tanggung jawab, secara relatif mempunyai sedikit ambisi, dan menghendaki keamanan dalam segala hal.

Teori Y, sebaliknya diperoleh dari suatu penemuan penelitian iimu pengetahuan tentang perilaku manusia yang modern. Teori ini berdasarkan atas pendapat bagaimana orang-orang itu seharusnya bekerja dalam lingkungan pekerjaannya. Jadi tidak atas dasar bagaimana para Manager berpikir apa yang ia inginkan atau seharusnya ia lakukan. Teori Y disebut: Keterpaduan tujuan individu dan organisasi, yang berdasarkan anggapan-anggapan sebagai berikut:


(1) Kegiatan usaha fisik dan mental dalam pekerjaan adalah bersifat alamiah baik dalam waktu bekerja maupun dalam waktu istirahat.
(2) Pengawasan/pengendalian dari luar dan ancaman hukuman/sanksi bukanlah alat satu-satunya untuk mendorong usaha mencapai tujuan organisasi.
(3) Kesanggupan terhadap tujuan adalah fungsi penghargaan yang dipadukan dengan usaha pencapaiannya.
(4) Pada umumnya manusia dapat dipelajari dalam lingkungan yang sebenarnya, tidak hanya untuk menerima tetapi untuk mengambil tanggung jawab.
(5) Kemampuan untuk melaksanakan secara relatif tingkat imaginasi yang tinggi, kecakapan dan kreativitas daripada pemecahan masalah-masalah organisasi secara luas, tidak sempit, dimiliki oleh semua orang.
(6) Dalam lingkungan kehidupan industri yang modern, potensi intelektual manusia pada umumnya hanya dimanfaatkan sebagian saja.

 

Teori Abraham Maslow.
Abraham Maslow adalah seorang ahli ilmu jiwa (psychologist), mengemukakan teori motivasi yang dikenal dengan hirarkhi daripada kebutuhan (the hierarchy of needs). la melihat kebutuhan manusia itu diatur dalam bentuk yang bertingkat-tingkat

(hirarkhi), yaitu dimulai dari kebutuhan yang rendah sampai kepada kebutuhan yang tertinggi. Apabila kebutuhan yang rendah telah dipenuhi, maka menyusul kebutuhan lain yang lebih tinggi tingkatannya.
Kebutuhan pokok manusia menurut A. Maslow sesuai dengan tingkat-tingkatannya (hirarkhi) yang penting adalah sebagai beriku")
1. Kebutuhatr fisik (physiological need
2. Kebutuhan untuk memperoleh keamanan atau keselamatan (security or safety need
3. Kebutuhan bermasyarakat (social need), atau kebutuhan untuk menerima/ bekerjasama dalam kelompok (afiliation or acceptance need),
4. Kebutuhan untuk memperoleh kehormatan (Esteem need),
5. Kebutuhan untuk memperolehkebanggaan (self actualization need), Menurut A. Maslow kebutuhan yang terakhir Ini adalah kebutuhan manusia yang tertinggi menurut hirarkhinya.

Teori Arch Patton.
Arch Patton salah seorang ahli di bidang motivasi dan konpensasi, berpendapat bahwa masalah motivasi adalah sangat komplek, karena kenyataannya memotivasi orang-orang itu berbeda-beda, baik terhadap individu maupun situasinya. Arch Patton berpendapat bahwa motivator yang sangat penting bagi pirmpinan ialah sebagai berikut:
1. Tuntutan yang terdapat dalam pekerjaan (the challengefound in work),
2. Kedudukan (status),
3. Kepemimpinan (leadership),
4. Persaingan (competition).
5. Ketakutan (fear).
6. Uang (money).

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kepemimpinan ( Leadership ) II

.
0 komentar

kepemimpinan2 Kepemimpinan Dalam Managemen.

Kepemimpinan Administratif dan kepemimpinan Management (Administrative and Managerial Leadership). Pemimpin tidak sinonim dengan kemampuan administratief, sebagai pimpinan administratif ia mempunyai kemampuan sebagai administrator dalam arti dapat menyelesaikan tugas-tugas pekerjaannya secara rasional, tetapi sebagai Pemimpin mungkin kekurangan dalam bakat-bakatnya di dalam menciptakan idea-idea baru, lagi pula mungkin oleh bawahannya tidak begitu disukai.
Sekalipun pemimpin itu tidak sinonim dengan kemampuan administratif, tapi diharapkan jiwa kepemimpinannya dapat berada dalam bidang administratif untuk mensukseskan tercapainya tujuan. Oleh karena itu kepemimpinan administratif (ad-ministrative leadership), diharapkan sebagai pemimpin yang mempunyai kemampuan/bakat untuk mensukseskan tercapainya tujuan, dengan inisiatif atau kreasi-kreasi baru dan penemuan barunya seperti halnya pemimpin pada umumnya.
Kepemimpinan managemen (managerial leadership) yaitu pemimpin/manager yang mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan tercapainya tujuan dalam arti pelaksanaan yang bersifat teknis operasional


Syarat-syarat, Sifat-sifat, Asas-asas dan Prinsip-prinsip Kepemimpinan.
Syarat-syarat Pemimpin dan Kepemimpinan.
1. Syarat-syarat minimal yang harus dimiliki oleh seorang Pemimpin adalah:
a. Watak yang baik (karakter, budi, moral).
b. Intelegensi yang tinggi.
c. Kesiapan lahir dan batin,
2. Syarat-syarat lainnya yang diperlukan:
a. Sadar akan tanggung jawab.
b. Memiliki sifat-sifat Kepemimpinan yang menonjol.
c. Membimbing dirinya dengan asas-asas dan prinsip-prinsip Kepemimpinan.
d. Melaksanakan kegiatan-kegiatan dan perintah-perintah dengan penuh tanggung jawab (correct) serta mampu membimbing anak buahnya dengan baik dan menggemblengnya menjadi suatu kesatuan yang efektif.
e. Mengenal anak buahnya, memahami sepenuhnya akan sifat dan tingkah laku masing-masing dalam segala macam keadaan, suasana dan pengaruh.
f. Paham akan cara bagaimana seharusnya mengukur dan menilai kepemimpinannya.

Sifat-sifat Kepemimpinan meliputi antara lain:

  1. Jujur.
  2. Berpengetahuan
  3. Berani (Fisik dan Moral).
  4. Mampu mengambil keputusan.
  5. Dapat dipercaya.
  6. Berinisiatf
  7. Bijaksana.
  8. Tegas.
  9. Adil.
  10. Menjadi tauladan.
  11. Tahan UJi (Ulet).
  12. Loyalttas.
  13. Tidak rnementingkan diri sendir.
  14. Antusias.
  15. Simpatik.
  16. Rendah hati.


Asas-asas Kepemimpinan.
1. TAQWA, ialah beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat kepada-Nya
2. ING NGARSA SUNG TULADA, ialah memberi suri tauladan di hadapan anak buah.
3. ING MADYA MANGUN KARSA, ialah ikut bergiat serta menggugah semangat di tengah-tengah anak buah.
4. TUT WURI HANDAYANI, ialah mempengaruhi dan memberikan dorongan dari belakang kepada anak buah.
5. WASPADA PURBA WASESA, ialah selalu waspada mengawasi serta sanggup dan berani memberi koreksi kepada anak buah.
6. AMBEG PARAMA ARTA, ialah dapat memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan.
7. PRASAJA; ialah tingkah laku yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan.
8. SATYA, ialah sikap loyal. yang timbal balik,
9. GEMI NAST'ITI, ialah kesadaran dan kemampuan untuk membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu kepada yang benar-benar diperlukan.
10. BELAKA, ialah kemauan, kerelaan dan keberanian untuk mempertanggung jawabkan.
11. LEGAWA, ialah kemauan, kerelaan dan keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tanggung jawab dan kedudukannya kepada generasi berikutnya.
Prinsip-prinsip Kepemimpinan.
1. Mahir dalam soal-saal teknis dan taktis.
2. Ketahui diri sendiri, cari dan usahakan selalu perbaikan-perbaikan.
3. Yakinkan diri, bahwa tugas-tugas dimengerti, diawasi dan dijalankan.
4. Ketahui anggota-anggota bawahan dan juga serta pelihara kesejahteraan mereka.
5. Usahakan dan pelihara selalu, agar anggota mendapatkan keterangan-keterangan yang diperlukan
6. Berilah tauladan dan contoh yang baik.
7. Tumbuhkan rasa tanggung jawab di kalangan para anggota.
8. Latih anggota bawahan sebagai satu tim yang kompak.
9. Buat keputusan-keputusan yang sehat dan pada waktunya.
10. Berilah tugas dan pekerjaan pimpinan (komando) sesuai dengan kemampuannya.
11. Bertanggung jawab terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan.

 

G. Tipe-tipe Pemimpin.
Dr. Sondang P. Siagian menguraikan tipe-tipe pemimpin sesuai dengan pimpinan dalam berbagai bentuk organisasi, menggolongkan tipe dalam lima golongan, yaitu:
1. Tipe pemimpin yang otokratis,
2. Tipe pemimpin Yang militeristis,
3. Tipe pemimpin Yang Paternalistis.
4. Tipe Pemimpin Yang kharismatis,
5. Tipe Pemimpin Yang demokratis.


Teori dan konsepsi kepemimpinan.
1. Teori kontingensi daripada kepemimpinan menurut Fiedler (Contingency theory of Leadership).
Teori kontingensi menganggap bahwa kepemimpinan adalah suatu proses di mana kemampuan seorang pemimpin untuk melakukan pengaruhnya tergantung dengan situasi tugas kelompok (group task situation) dan tingkat-tingkat daripada gaya kepemimpinannya, kepribadiannya dan pendekatannya yang sesuai dengan kelompoknya. Dengan perkataan lain, menurut Fiedler, seorang menjadi pemimpin bukan karena sifat-sifat daripada kepribadiannya, tetapi karena berbagai faktor situasi dan adanya interaksi antara Pemimpin dan situasinya.
Sebagai landasan studinya, Fiedler menemukan 3 (tiga) dimensi kritis daripada situasi/lingkungan yang mempengaruhi gaya Pemimpin yang sangat efektif, yaitu:
a. Kekuasaan atas dasar kedudukan/jabatan (Position power).
Kekuasaan atas dasar kedudukan/jabatan ini berbeda dengan sumber kekua-saan yang berasal dari tipe kepemimpinan yang kharismatis, atau keahlian (expertise power). Berdasarkan atas kekuasaan ini seorang pemimpin mempunyai anggota-anggota kelompoknya yang dapat diperintah/dipimpin, karena ia bertindak sebagai seorang Manager, di mana kekuasaan ini diperoleh berdasarkan atas kewenangan organisasi (organizational authority).
b. Struktur tugas (task structur).
Pada dimensi ini Fiedler berpendapat bahwa selama tugas-tugas dapat diperinci secara jelas dan orang-orang diserahi tanggung jawab terhadapnya,
akan berlainan dengan situasi di mana tugas-tugas itu tidak tersusun (unstructure) dan tidak jelas. Apabila tugas-tugas tersebut telah jelas, mutu daripada penyelenggaraan kerja akan lebih mudah dikendalikan dan anggota-anggota kelompok dapat lebih jelas pertanggungjawabannya dalam pelaksanaan kerja, daripada apabila tugas-tugas itu tidak jelas/kabur.
c. Hubungan antara Pemimpin dan anggotanya (Leader member relations).
Dalam dimensi ini Fiedler menganggap sangat penting dan sudut pandangan seorang Pemimpin), apabila kekuasaan atas dasar kedudukan/jabatan dan stuktur tugas dapat dikendalikan secara lebih luas dalam suatu badan usaha/organisasi dan selama anggota kelompok suka melakukan dan penuh kepercayaan terhadap kepimpinannya
2. Sistem Managemen daripada Rensis Likert (Likert's S.ystem of Management).
Likert menganggap adanya empat sistem daripada managemen.

Sistem I managemen dilukiskan sebagai "exploitive-auihoritativ”, artinya kewenangan yang bersifat eksploitif, atau kewenangan mutlak. Dalam sistem management semacam in para Manager bersifat Otokratis (authocratic). Tipe kepemimpinan Otokratis artinya mendasarkan azas kehendak atau kemauan sendiri dari para Manager.

Sistem 2 managemen itu disebut "Benevolent authoritative". Managemen ini berlainan dengan yang pertama. Managemen yang kedua ini didasarkan kewenangan menurut kebaikan hati


Sistem 3 managemen diartikan sebagai suatu "consultative" atau "konsult;asi". Para Manager ini pada hakikatnya tidak mempunyai kepercayaan sepenuhnya terhadap bawahannya. Biasanya para Manager mencoba untuk mempergunakan ide dan pendapat-pendapat bawahannya secara konstruktif (bersifat membangun).


Sistem 4 managemen sebagai yang sangat partisipatif daripada seluruh sistem ini dikenal sebagai 'participative group" atau "kelompok partisipatjf'. Dalam sistem 4 ini, para Manager mempunyai kepercayaan sepenuhnya dalam semua hal/masalah kepada bawahannya, selalu ingin mendapat ide dan pendapat-pendapat dari bawahannya dan mempergunakan secara konstruktif terhadap mereka. Memberikan penghargaan yang bernilai ekonomis berdasarkan atas partisipasi kelompok dan melibatkan dalam bermacam-macam bidang. Melakukan banyak komunikasi baik ke bawah maupun ke
atas. Mendorong pengambilan keputusan melalui seluruh jaringan organisasi dan di samping itu mendorong melakukan kegiatan di antara mereka dan dengan bawahannya sebagai suatu kelompok.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 09 Desember 2009

Kepemimpinan ( Leadership ) I

. Rabu, 09 Desember 2009
0 komentar

kepemimpinanPeranan Kepemimpinan.

Kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dalam managemen. Oleh karena itu dikatakan bahwa kepemimpinan adalah inti dari pada managemen. (Leadership is the key to management/administroilon) Brown menyatakan bahwa kepemimpinan hanyalah mampunyai arti apabila kita menempatkan (mengkhususkan) artian itu untuk maksud dan dalam situasi apakah yang dapat diharapkan dari kepemimpinannya itu. Artinya dalam suatu situasi dan dalam suatu masyarakat apakah yang dapat diharapkan dari pemimpin itu

The word make sense only when we specify to what end and in what circumstances the leader will be expected to act.

 
Jadi baik langsung maupun tidak langsung pemimpin itu dipilih dari kelompok masyarakat itu sendiri, apakah kelompok masyarakat itu negara, apakah kelompok masyarakat itu niaga/industri, apakah kelompok masyarakat itu partai politik, apakah kelompok masyarakat itu pegawai negeri/militer. Yang jelas bahwa masyarakat yang sehat akan memilih pemimpin yang sehat dan masyarakat yang tidak sehat dengan sendirinya akan memilih pemimpin yang tidak sehat

a sick group will select a sick leader.

Pemimpin adalah orang yang menggambarkan kehendak yang sesungguhnya dari kelompok

Leader is a man who most closely reflect the feeling of the group.

Beda dan arti Kepemimpinan.


Kepemimpinan dapat dibedakan.:

1. Pemimpin berdasarkan atas keturunan.
Pada mulanya Pemimpin yang demikian ini merupakan penghargaan atas jasa-jasanya karena telah berhasil atas kepemimpinannya. Sebagai penghargaan atas diri dan keluarganya maka telah diakui oleh masyarakatnya bahwa keturunannya pun menjadi Pemimpin mereka. Hal ini dapat dilihat pada negara-negara kerajaan baik pada negara-negara yang telah modern maupun belum, dan pada masyarakat primitif dengan sebutan Kepala Suku atau Kepala Adat


2. Pemimpin berdasarkan atas pemilihan.
Dalam masyarakat demokrasi, pemimpin adalah dipilih dari kelompok masyarakat itu sendiri. Pemimpin itu mendapat kepercayaan dari para pengikutnya (followers), bahwa ia akan bekerja demi kepentingannya. Apabila ia tidak berhasil melakukan pekerjaan sesuai denqan kepentingannya, pemimpin itu dapat diganti dan dipilih pemimpin penggantinya yang lain


3. Pemimpin berdasarkan atas penunjukkan.
Pemimpin atas dasar penunjukkan ialah karena ia ditunjuk untuk memimpin suatu kelompok kegiatan tertentu oleh pejabat yang mempunyai kewenangan yang lebih tinggi, berdasarkan atas peraturan perundang-undangan yang beriaku, yang mempunyai kekuatan juridis formal. Pejabat yang ditunjuk berdasarkan atas kewenangan tersebut disebut Kepala. Kepala ini dibantu oleh sekelompok orang yang disebut bawahan.

 

Definisi Kepanimpinan
Pendapat Pertama, menyatakan bahwa kepemimpinan sebagai suatu seni.

Untuk itu John Pfiffner memberikan definisi sebagai berikut:
'Leadership is the art of coordinating and motivating Individuals and group to achieve the desired end" (Kepemimpinan adalah seni untuk mengkoordinasi dan memberikan dorongan terhadap individu atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diinginkan).


Pendapat kedua, menyatakan bahwa Kepemimpinan itu sebagai suatu proses.

Untuk itu Dalton Mc. Farland memberikan defnisi sebagai berikut: "Leadership as the process by which an executive imaginatively direct, guides, or influences the work of others, in choosing and attaining particular ends" (Kepemimpinan sebagai suatu proses di mana pimpinan digambarkan akan memberikan perintah, pengarahan, bimbingan atau mempengaruhi pekerjaan orang lain dalam memilih dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.).

Fungsi dan kecakapan Kepemimpinan.
Prof. Katz membuat sintese dari berbagai fungsi dari, kecakapan kepemimpinan sebagai berikut: Kecakapan yang pokok daripada kepemimpinan Administratif dapat dibedakan ke dalan 3 bagian, yaitu
Kecakapan konsepsional (conceptual skill).
Kecakapan konsepsional ialah kemampuan mengetahui kebisijaksanaan orga-nisasi secara keseluruhan.
Kecakapan kemanusiaan (Human skill).
Kecakapan kemanusiaan ini ialah kemampuan untuk bekerja di dalam kelompok atau dengan kelompok. Ha1 ini dimaksudkan untuk membangun suatu usaha koordinasi di dalam suatu tim, di mana ia bertindak sebagai Pemimpin.
Kecakapan teknis (technical skill)
Kecakapan teknis ini penting bagi pimpinan tingkat menengah (Middle management level) dan pimpinan tingkat bawah (Supervisory or lower managem-ent level) di mana hubungan antara pemimpin dan bawahan sangat dekat.


Fungsi dan kecakapan kepemimpinan dapat diuraikan antara lain sebagai berikut:
1. Mengetahui bidang tugasnya.
2. Peka atau tanggap terhadap keadaan lingkungannya.
3. Melakukan hubungan antar manusia (human relation) dengan baik.
4. Mampu melakukan hubungan kerja/komunikasi dengan baik ke dalam maupun ke luar.
5. Mampu melakukan Koordinasi.
6. Mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
7. Mampu mengadakan hubungan masyarakat.

Kewenangan dan Kepemimpinan (Authority and leadership)


Mary Parker Follett mengatakan bahwa kewenangan dari pimpinan dapat hilang apabila ia (pimpinan) tidak mendapat persesuaian dengan para bawahannya. Oleh karena itu Mary P. Follett menganjurkan bahwa suatu kerja sama (team work) antara pimpinan dan bawahan adalah mutlak.

Kepemimpinan dan kewenangan bukan merupakan pengertian yang tunggal (single) tetapi jamak (plural), karena menyangkut banyak orang yang bekerja dalam organisasi itu. Kewenangan (authority) menurut Miss M.P.Follett bukan kedudukan (position), bukan suatu hak yang legal (menurut hukum) dan juga bukan sekedar mengepalai orang-orang ataupun mengeluarkan perintah. Kewenangan (authority) adalah usaha mempengaruhi bawahan yang merupakan suatu integrasi atas dasar konsensus secara suka rela. Apabila bawahan diberikan pengertian dengan kenyataan-kenyataan yang ada dan diajak berbicara bersama dalam suatu situasi yang baik, tidak perlu perintah selalu diberikan, tetapi dengan memberikan suatu prosedur kerja yang baik adalah lebih efektif daripada selalu mengeluarkan perintah. Atas dasar teorinya ini Miss P. Follett tidak hanya meletakkan asas-asas hubungan antar manusia (human relation) dalam administrasi/managemen, tetapi juga dinamika daripada kelompok pekerjaan dan teknik daripada hubungan perburuhan yang modern.


Chester Barnard, mengatakan kewenangan terletak pada persetujuan yang mempunyai daya kekuatan (potentiality of assent) yaitu yang tersebar luas berujud kesetiaan, kesadaran anggota tentang tujuan bersama daripada organisasi itu.

Mak-sudnya ialah kesetiaan dan kesadaran melaksanakan tujuan daripada suatu program, sekalipun para pejabat yang terendah sekalipun, mempunyai kewenangan yang nyata (actual power) untuk mengambil keputusan yang terakhir dalam batas wewenangnya.
Kesimpulan daripada teori-teori tersebut ialah bahwa Pemimpin harus dapat membina kerja sama yang sebaik-baiknya, menyelenggarakan hubungan yang bersifat
tidak resmi di antara anggota, menyelenggarakan prosedur kerja, pembagian. kerja dan pendelegasian wewenang dengan tanggung jawab yang sebaik-baiknya (division of work, delegation of authority with responsibility).

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 06 Desember 2009

Regresi dan Interpolasi

. Minggu, 06 Desember 2009
0 komentar

Buat teman-teman mahasiswa UNINDRA yang belum mempunyai materi  Regresi dan Interpolasi yang di berikan oleh dosen metode Numerik Ibu Lia Praba , silahkan baca materi dibawah ini dan materi selengkapnya teman-teman bisa download di link yang ada di bawah.



Pengertian Regresi
Data hasil pengukuran umumnya mengandung noise (gangguan) atau galat yang cukup berarti. Karena data ini tidak teliti, maka kurva yang mencocokkan titik data itu tidak perlu melalui semua titik. Pivot yang dipakai adalah menentukan kurva yang mewakili kecenderungan (trend) titik data, yakni kurva mengikuti pola titik sebagai sesuatu kelompok. Kurva tersebut dibuat sedemikian sehingga selisih antara titik data dengan titik hampirannya di kurva sekecil mungkin. Metode pencocokan kurva seperti ini dinamakan regresi kuadrat terkecil (least square regression). Noise pada data mungkin disebabkan oleh kesalahan mengukur, ketidaktelitian pada alat ukur, atau karena kelakuan sistem yang diukur.
Jenis Regresi :
a.       Kuadrat Terkecil (Least Square)
b.      Linier
c.       Polinomial
d.      Multi linier
Materi yang dibahas pada mata kuliah metode numerik adalah Least Square dan Regresi Linier yang telah dibahas sebelumya pada Statistika dasar.
a.       Kuadrat Terkecil
Prinsip penting yang harus diketahui dalam mencocokkan kurva untuk data hasil pengukuran adalah :
1.       Fungsi mengandung sesedikit mungkin parameter bebas.
2.       Deviasi fungsi dengan titik data dibuat minimum.
Prinsip inilah yang mendasari metode regresi kuadrat terkecil.
b.      Regresi Linier
Misalkan
Contoh :
Tentukan persamaan garis lurus (regresi) yang mencocokkan data pada tabel di bawah ini. Kemudian, perkirakan nilai y untuk x = 1,0.
i
1
2
3
4
5
6
xi
0,1
0,4
0,5
0,7
0,7
0,9
yi
0,61
0,92
0,99
1,52
1,47
2,03

Penyelesaian :
Untuk lengkapnya materi silakan Download disini 

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 01 Desember 2009

Simpan & sharing file mudah dengan Dropbox

. Selasa, 01 Desember 2009
0 komentar

Dropbox Tahukah tentang fasilitas file sharing online yang mudah digunakan dan gratis, mungkin salah satu jawabannya adalah Dropbox.Dropbox adalah fasilitas sharing file online yang bekerja di platform Windows, Mac dan Linux dengan 3 pilihan paket registrasi mulai dari Basic 2GB (FREE), Pro 50GB dan Pro 100GB. dengan Dropbox manfaat yanga Anda dapatkan :

 

  • bertukar banyak file dengan teman / klien / rekan kerja.
  • berbagi file berukuran besar tapi kesulitan saat upload.
  • Sering gagal mengirim attachment di email dan harus mengulang dari awal.
  • Memiliki koneksi internet kurang stabil namun perlu sering mengirim file.
  • Butuh backup praktis untuk berbagai dokumen penting.
  • Ingin berbagi album foto dengan mudah.
  • Dan menginginkan berbagai kemudahan file sharing?

Untuk memulai menggunakan Dropbox Anda bisa langsung download dan ikuti petunjuk yang diberikan.

Yang unik dari Dropbox adalah, ia bekerja melalui desktop Anda dalam bentuk folder seperti layaknya folder biasa dalam komputer Anda. Untuk mengupload file, Anda tinggal drag-and-drop atau copy-paste file ke folder Dropbox di komputer Anda dan otomatis akan tersinkronisasi dengan server Dropbox maupun komputer lain yang terhubung dengan akun Dropbox Anda. Praktis.

Karena Dropbox otomatis tersinkronisasi dengan akun Anda, apapun perubahan yang Anda lakukan dalam folder Dropbox di desktop Anda akan diaplikasikan juga pada akun online Anda dan pada semua komputer lain yang terhubung dengan akun Dropbox Anda. Perlu mengakses file dari komputer tanpa Dropbox? Tenang, Anda kan bisa login ke akun Dropbox Anda melalui web dan mengakses file manapun yang Anda inginkan, begitu juga sebaliknya jika Anda ingin mengupload file baru agar tersinkronisasi dengan komputer Anda yang lain.Dropbox dapat mengidentifikasi perubahan yang terjadi pada file Anda sehingga hanya akan menambahkan perubahan yang dilakukan tanpa harus menimpa ulang seluruh file. Efisiensi ini membuat akses upload lebih cepat dan tentunya hemat bandwith. Dropbox juga bekerja seperti space backup yang mencatat semua aktivitas yang terjadi, bahkan Anda bisa mengembalikan file yang telah terhapus. Untuk melakukan ini Anda harus login ke akun Dropbox Anda melalui web.

Ok, sudah install Dropbox dan upload file, lalu bagaimana sharingnya?? Jika Anda ingin berbagi ke non-pengguna Dropbox caranyapun mudah: klik kanan pada file di dalam folder Dropbox yang ingin dibagi, pilih menu Dropbox lalu ‘Copy public link‘ dan paste ke email atau kemanapun Anda ingin berbagi.

ika Anda menginginkan tambahan space tapi tetap ingin gratis, paket Basic Dropbox juga menawarkan tambahan space gratis hingga 3GB (jadi total kapasitas Dropbox Anda bisa mencapai 5GB) denagn cara merekomendasikan Dropbox kepada orang lain. Tiap 1 user baru yang bergabung dan menginstall Dropbox akan otomatis menambahkan 250MB pada kalian berdua. Untuk mendapatkan tambahan space ini Anda bisa mengirimkan referral link atau mengundang melalui address book atau email. Lebih lengkapnya Anda bisa langsung menuju ke halaman referral setelah mendaftar.

Sekarang Anda bisa berbagi file super mudah dan tidak repot. Daftar Dropbox sekarang dan langsung dapatkan tambahan 250MB untuk kita berdua 

 

Sumber :www.ruangfreelance.com

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 20 Oktober 2009

Teori Bahasa dan Automata

. Selasa, 20 Oktober 2009
0 komentar

Teori Bahasa Formal

  • automataPembentukan struktur sebuah bahasa diawali dengan memakai sebuah finite set (himpunan terbatas), dimana unit fundamentalnya disebut alphabet (S)
  • String-string yang boleh ada di dalam sebuah bahasa disebut word
  • Contoh language adalah Bahasa Indonesia. Alphabet yang biasa dipakai adalah huruf, koma dan titik. Semuanya dispesifikasi seperti di bawah ini: 

S = {a b c d e ... z , . }

  • Bila language ini dinamakan KATA-INDONESIA, dimana semua string adalah word/kata di dalam kamus, maka definisinya adalah:

KATA-INDONESIA = {semua kata di dalam kamus}

  • Contoh sederhana suatu language dengan alphabet yang ada hanya sebuah huruf, yaitu huruf x

S = { x }

L = { x xx xxx xxxx ... }

  • Simbol alphabet tidak harus alphabet huruf latin, namun dapat berisi apa saja
  • Sebuah string dimungkinkan tidak punya alphabet. String ini disebut empty string atau null string dan dilambangkan L. Perlu diingat L bukan alphabet dalam language

Contoh: L = { L x xx xxx xxxx ... }

  • Bahasa tanpa word dilambangkan dengan null set q
  • Tolong dibedakan antara language tanpa word dengan word yang mempunyai L

L = { x xx xxx }

L ¹ L + { L }

L = L + q

  • Contoh sebuah bahasa dengan non empty string

L1 = { x xx xxx xxxx ... }

Atau dengan cara lain

L1 = { xn for n = 1 2 3 ... }

  • Dalam language L1, dapat dilakukan operasi penggabungan (concatenation) dari word yang ada menjadi word baru. Contoh

word xx dengan word xxx digabung menjadi word baru xxxxx

  • Tidak selalu benar bila dua word digabungkan akan membentuk sebuah word baru. Contoh:

L2 = { x xxx xxxxx xxxxxxx ... }

= { x ganjil}

= { x 2n+1 for n = 0 1 2 3 }

xxx dan xxxxx adalah word pada language L2, namun  pengabungannya bukanlah word di dalam L2

  • Didefinisikan suatu fungsi length untuk menghitung jumlah huruf di dalam sebuah word

length(xxxxxx) = 6 length(7152) = 4

length(L) = 0

  • Bila diinginkan sebuah language mempunyai null string, maka jangan lupa untuk memasukannya saat mendefinisikan language tersebut

L4 = { L x xx xxx xxxx ... }

= { xn for n = 0 1 2 3 }

  • Harap dipahami bahwa x0 = L dan bukannya x0 = 1 seperti di aljabar
  • Didefinisikan fungsi reverse. Reverse dari suatu string adalah string yang sama tetapi tersusun dari belakang, walaupun string ini bukanlah word dalam bahasa tersebut

reverse(xxx) = xxx                           reverse(xxxxx) = xxxxx

reverse(145) = 541                           reverse(140) = 041

  • Didefinisikan suatu language yang disebut PALINDROME dari alphabet

S = { a, b}

PALINDROME = { L, dan semua string x sedemikian sehingga reverse(x) = x }

maka akan diperoleh:

PALINDROME = { L a b aa bb aaa aba bab bbb aaaa abba ... }

  • Diketahui alphabet S, diinginkan untuk mendefinisikan sebuah language dimana tiap string dari huruf yang ada di dalam S adalah sebuah word, termasuk null string Language ini disebut sebagai closure Dapat dinotasikan dengan menambah sebuah asterisk sesudah nama  dari alphabet è S* (Kleene Star)

Contoh:

Jika S = { x } maka

S* = L4 = { L x xx xxx ... }

Jika S = { 0 1 } maka

S* = { L 0 1 00 01 10 11 000 001 ... }

Jika S = { a b c } maka

S* = { L a b c aa ab ac ba bb bc ca cb cc aaa ... }

  • Operasi Kleene Star menghasilkan infinite language dari string huruf yang ada pada alphabet
  • Yang dimaksud infinite language adalah tak terhitung banyaknya word Disarankan word dari language tersusun urut dari yang pendek secara alphabetik

Contoh:

Jika S = { aa, b} maka

S* = { L dan word bentukan yang berasal dari aa dan b }

S* = { L dan semua string bentukan dari a dan b dengan a yang selalu berderet dalam jumlah yang genap)

= { L b aa bb aab baa bbb aaaa aabb baab bbaa bbbb aaaab aabaa aabbb baaaa baabb bbaab bbbaa ... }

  • String aabaaab tidak termasuk S* karena jumlah a tidak genap

Contoh:

Jika S = { a, ab } maka

S* = { L dan word bentukan yang berasal dari a dan ab }

S* = { L dan semua string bentukan dari a dan b kecuali yang dimulai dengan b dan yang mengandung dua b berdempetan }

= { L a aa ab aaa aab aba aaaa aaab aaba abaa abab aaaaa aaaab aaaba aabaa aabab abaaa abaab ... }

Buat teman-teman yang mungkin belum punya materi Teori Bahasa dan Automata, ini ada file untuk didownload, materi saya dapatkan langsung dari Bu Mei Lestari S.Kom Dosen Teori Bahasa dan Automata UNINDRA.

DOWNLOAD FILE LENGKAP

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 13 Oktober 2009

KEBUDAYAAN

. Selasa, 13 Oktober 2009
0 komentar

Kata kebudayaan berasal dari :

  • Bahasa Belanda       : Cultuur
  • Bahasa Inggris         : Culture
  • Bahasa Latin           :  Colere

yang mempunyai arti : mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. kemudian CULTURE berarti sebagai segala daya dan aktivitet manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

dari segi Bahasa Indonesia : Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta = buddhayah bentuk jamak dari buddhi = budi atau akal.

Pendapat lain budaya adalah suatu perkembangan dari kata mejemuk budi-daya.

Beda antara budaya dengan kebudayaan :

Budaya : daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa.

Kebudayaan : hasil dari cipta, karsa dan rasa.

 

Defenisi kebudayaan menurut:

E.B. Tylor : Kebuayaan adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat, dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

R. Linton : Kebudayaan adalah konfigurasi dari tingkah laku dan hasil kelakuan yang perwujudannya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakatnya.

Koentjaraningrat : Kebudayaan adalah keseluhruhan gagasan, tindakan dan hasil karya manusia yang diperoleh melalui proses belajar.

William A Haviland : Kebudayaan adalah seperangkat peraturan atau norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang kalu dilaksanakan oleh para anggotanya melahirkan perilaku yang oleh para anggotanya dipandang layak dan dapat diterima.

Substansi (isi) utama kebudayaan :

  1. Sistem Pengetahuan
  2. Nilai
  3. Pandangan Hidup
  4. Kepercayaan
  5. Persepsi
  6. Etos Kebudayaan

Unsur-unsur kebudayaan menurut C. Kluckhohn

  1. Sistem religi dan ucapacara keagamaan (Homo Religius)
  2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan (Homo Socius)
  3. Sistem Pengetahuan ( Homo Sapiens)
  4. Sistem Mata Pencharian Hidup (Homo Economicus)
  5. Sistem Teknologi dan peralatan hidup (Homo Fober)
  6. Bahasa (Homo Langueas)
  7. Kesenian ( Homo Esteticus)

Wujud kebudayaan :

  1. Sistem Budaya : Suatu komplek dari mode=mode. gagasan, nialai-nilai normal, peraturan.
  2. Sisstem Sosial : Sebagai suatu komplek aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam bermasyarakat.
  3. Sistem Kebendaan : Sebagai suatu hasil karya manusia.

Sifat Kebudayaan :

  1. Kebudayaan beraneka ragam
  2. Kebudayaan dapat diteruska secara sosial dan belajar
  3. Kebudayaan dijabarkan dalam komponen biologi, psikologi dan sosiologi.
  4. Kebudayaan mempuyai struktur.
  5. Kebudayaan mempunyai nilai.
  6. Kebudayaan mempunyai sifat statis dan dinamis.
  7. Kebudayaan dapat dibagi dalam bermacam-macam bidang aspek.

Problematika Kebudayaan

  1. Hambatan kebudayaan yang berkaitan dengan p.h dan sistem kepercayaan
  2. Hambatan kebudayaan yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang.
  3. Hambatan kebudayaan berkaitan dengan factor psokologi atau kejiwaan
  4. Masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar
  5. Sikap traditionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal baru
  6. Sikap etnosentrisme.
  7. Perkembangan IPTEK.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 08 Oktober 2009

INTERPERSONAL SKILL 2

. Kamis, 08 Oktober 2009
0 komentar

Kecakapan Dasar Manusia

Kompetensi (John M Bryson dalam Strategic Planning for Public and Non-profit Organizations): kombinasi dari pengetahuan dan ketrampilan, atau keahlian yang diperlukan untuk mengerjakan suatu tugas.

Kompetensi( Derrick Casey dalam Method and Procedure for Developing Competency Standard) kombinasi dari pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill) dan sikap( attitude) yang diperlukan untuk dapat melaksanakan suatu tugas.

Tiga Kecakapan Dasar menurut Kurt Singer :

  • Kecakapan negosiasi
  • Kecakapan mengelola konflik
  • Kecakapan menyantuni pluralisme

Manusia juga memerlukan Kepribadian Yang dapat dicapai melalui 3 C yaitu:

  • Conscience (nurani),
  • Compassion (kepedulian sosial),
  • Competence (kecakapan )

interpersonalKecakapan Dasar Manusia di Indonesia menurut Standard Kompetensi Kerja Nasional merujuk dari pengertian Casey; kompetensi sebagai kemampuan kerja setiap individu, mencakup pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill) dan sikap (attitude) kerja minimal yang harus dimiliki untuk dapat melaksanakan pekerjaan atau jabatan tertentu.

 

Kompetensi dari Ki Hajar Dewantara : Agar manusia dapat hidup perlu mempunyai kecakapan dasar, memiliki pengetahuan (knowledge ), ketrampilan (skill) yang dapat dipelajari dengan otak, sikap (attitude ) yang arif, rendah hati dan manusiawi.

7 Kebiasaan untuk mengembangkan PotensiDiri ( Stephen R. Covey )

 

1.Jadi proaktif

2.Merujuk pada tujuan akhir

3.Dahulukan yang utama

4.Paradigma saling ketergantungan

5.Berusaha mengerti terlebih dahulu

6.Wujudkan sinergi/kerjasama

7.Asah kemampuan terus – menerus

 

13 Ketrampilan Soft Skills

  1. Ketrampilan berkomunikasi yang efektif
  2. Inovasi dan kreativitas
  3. Berpikir analitis
  4. Fleksibilitas
  5. Kesiapan untuk berubah
  6. Memiliki sikap dan nilai-nilai yg benar
  7. Ketrampilan interpersonnal
  8. Ketrampilan negosiasi
  9. Ketrampilan persuasif
  10. Ketrampilan mengatur waktu
  11. Kemampuan memecahkan masalah
  12. Kemampuan beradaptasi
  13. Kemampuan memimpin dan membangun tim

8 Kompetensi Dasar yang dibutuhkan untuk sukses

  1. Kemampuan Beradaptasi
  2. Kemampuan melayani klien
  3. Komunikasi
  4. Kemampuan memecahkan masalah dengan kreatif
  5. Kemampuan untuk bekerja dalam team dan berkolaborasi
  6. Bisa dipercaya
  7. Bertanggung jawab
  8. Dorongan untuk berprestasi

Klik disini untuk melanjutkan »»

INTERPERSONAL SKILL 1

.
0 komentar

Interpersonal Skill adalah :

  • Kemampuan, kesanggupan, kepandaian atau kemahiran seseorang dalam mengerjakan sesuatu
  • Memiliki konsep diri dan berkepribadian yang kuat
  • Meningkatkan potensi diri menjadi pribadi yang mempunyai kompetensi dibidangnya
  • Percaya diri dan mengasah kemampuan berkomunikasi
  • Berpenampilan menarik dan menyenangkan
  • Meningkatkan human relations dalam kehidupan bermasyarakat dan organisasi
  • Meningkatkan kemampuan menjadi pemimpin dan dapat bekerjasama dalam team
  • Merupakan salah satu soft skill yang banyak diminta oleh perusahaan untuk berbagai jabatan dan posisi
  • Interpersonal Skill bukan merupakan bagian dari karakter kepribadian yang bersifat bawaan, melainkan merupakan ketrampilan yang bisa dipelajari
  • Interpersonal Skill yang baik dapat dibangun dari kemampuan mengembangkan perilaku dan komunikasi yang asertif dan efektif

Teori –Teori Hubungan Manusia terdiri dari

  • Teori hubungan Biologis : manusia dapat berhubungan dengan manusia lain dengan menggunakan anggota badan

Hubungan sesama manusia dengan menggunakan anggota badan disebut sebagai komunikasi non verbal atau komunikasi yang dilakukan tanpa kata-kata atau bahasa.

Jenis-jenis komunikasi nonverbal ini meliputi :

    • Kinesic, ialah komunikasi nonverbal yang dilakukan dengan anggota badan.
    • Occulesic, ialah komunikasi nonverbal yang dilakukan dengan mata
    • Proxemic, ialah komunikasi nonverbal yang dilakukan dengan mengatur jarak tubuh.
  • Teori hubungan Ekonomis : manusia itu akan berhubungan dengan manusia lain karena terdesak kebutuhan ekonomi.
  • Teori hubungan Estetis : estetika yang berarti keindahan, dan menurut teori ini manusia itu akan selalu ingin berhubungan dengan manusia lain yang dianggap mempunyai keindahan.
  • Teori hubungan Etis : menurut teori ini hubungan sesama manusia itu bersifat wajib (Emmanuel Levinas

Hubungan timbal balik antar manusia ( Gilin dan Gilin )

Interaksi sosial yang bersifat Asosiatif ( mengakrabkan hubungan antar manusia):

  • Akomodatif : sikap suka menampung atau menghargai pendapat orang lain
  • Asimilasi (Pembaruan ) : sikap suka menekankan hal-hal yang sama dan mengabaikan hal yg tidak sama antara diri kita dengan orang lain
  • Akulturasi : sikap suka mengalah atau tidak memaksa pendapat kepada orang lain , juga suka mengubah kebiasaan buruk .

Interaksi sosial yang bersifat Desosiatif atau merengangkan hubungan antar manusia :

  • Kompetisi, sikap suka mengajak bersaing atau bertanding.
  • Kontraversi, sikap suka ngambek atau diam tapi mendongkol.
  • Konflik, sikap suka menentang atau menantang

Teori-Teori Komunikasi

Teori komunikasi dari Wilbur Schram :
adanya komunikator ( sender ) dan komunikan (receiver), pesan ( message) dan frame of reffrence (kerangka pengalaman seseorang)

Teori Komunikasi Jack Duncan :adanya attention, understanding, acceptence atau ada kesediaan menerima komunikan dan action atau respon positif

Teori Komunikasi Joseph A Devito :Adanya keterbukaan(openess), kesamaan(equality), empati (empathy), dukungan (supportif) dan positif(positiveness )

Teori komunikasi Dr.KeithDavis :Menekankan perlunya dijaga agar dalam proses komunikasi tidak terjadi penyampaian pesan (message) atau informasi yang berlebihan (overloud informations ).

Teori Komunikasi Herbert Kaufman:Untuk mengetahui efektivitas atau keberhasilan proses komunikasi digunakan umpan balik (feedback ) yaitu reaksi yang diberikan oleh komunikan terhadap pesan yang disampaikan oleh komunikator.

Gangguan yang dapat menghambat proses komunikasi ( Duncan ):

  • Environment distortion, atau ada gangguan dari lingkungan.
  • Experience by pass, atau berbicara tanpa memperhitungkan pengalaman komunikan.
  • Use of technical term, atau berbicara dengan menggunakan istilah-istilah yang kurang dimengerti oleh komunikan.
  • Status gap, atau ada perbedaan jabatan/kedudukan yang
    terlalu jauh antara komunikator dengan komunikan.

Download Materi Interpersonal Lengkap

Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 07 Oktober 2009

Fungsi Bahasa

. Rabu, 07 Oktober 2009
0 komentar

tools Menurut Felicia (2001 : 1), dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Begitu dekatnya kita kepada bahasa, terutama bahasa Indonesia, sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauh. Akibatnya, sebagai pemakai bahasa, orang Indonesia tidak terampil menggunakan bahasa. Suatu kelemahan yang tidak disadari.
Komunikasi lisan atau nonstandar yang sangat praktis menyebabkan kita tidak teliti berbahasa. Akibatnya, kita mengalami kesulitan pada saat akan menggunakan bahasa tulis atau bahasa yang lebih standar dan teratur. Pada saat dituntut untuk berbahasa’ bagi kepentingan yang lebih terarah dengan maksud tertentu, kita cenderung kaku. Kita akan berbahasa secara terbata-bata atau mencampurkan bahasa standar dengan bahasa nonstandar atau bahkan, mencampurkan bahasa atau istilah asing ke dalam uraian kita. Padahal, bahasa bersifat sangat luwes, sangat manipulatif. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Lihat saja, bagaimana pandainya orang-orang berpolitik melalui bahasa. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Agar dapat memanipulasi bahasa, kita harus mengetahui fungsi-fungsi bahasa.
Pada dasarnya, bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial (Keraf, 1997: 3)
Derasnya arus globalisasi di dalam kehidupan kita akan berdampak pula pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam era globalisasi itu, bangsa Indonesia mau tidak mau harus ikut berperan di dalam dunia
persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, yang dalam itu, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan iptek itu (Sunaryo, 1993, 1995).
Menurut Sunaryo (2000 : 6), tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa Indonesia) iptek tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya, ternyata memiliki kedudukan, fungsi, dan peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa serupa itu, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar, menjadikan bahasa sebagai prasarana berfikir modern. Oleh karena itu, jika cermat dalam menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berfikir karena bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran).
Hasil pendayagunaan daya nalar itu sangat bergantung pada ragam bahasa yang digunakan. Pembiasaan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar akan menghasilkan buah pemikiran yang baik dan benar pula. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia sebagai wujud identitas bahasa Indonesia menjadi sarana komunikasi di dalam masyarakat modern. Bahasa Indonesia bersikap luwes sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai sarana komunikasi masyarakat modern.


1 Bahasa sebagai Alat Ekspresi Diri
Pada awalnya, seorang anak menggunakan bahasa untuk mengekspresikan kehendaknya atau perasaannya pada sasaran yang tetap, yakni ayah-ibunya. Dalam perkembangannya, seorang anak tidak lagi menggunakan bahasa hanya untuk mengekspresikan kehendaknya, melainkan juga untuk berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya. Setelah kita dewasa, kita menggunakan bahasa, baik untuk mengekspresikan diri maupun untuk berkomunikasi. Seorang penulis mengekspresikan dirinya melalui tulisannya. Sebenarnya, sebuah karya ilmiah pun adalah sarana pengungkapan diri seorang ilmuwan untuk menunjukkan kemampuannya dalam sebuah bidang ilmu tertentu. Jadi, kita dapat menulis untuk mengekspresikan diri kita atau untuk mencapai tujuan tertentu.
Sebagai contoh lainnya, tulisan kita dalam sebuah buku, merupakan hasil ekspresi diri kita. Pada saat kita menulis, kita tidak memikirkan siapa pembaca kita. Kita hanya menuangkan isi hati dan perasaan kita tanpa memikirkan apakah tulisan itu dipahami orang lain atau tidak. Akan tetapi, pada saat kita menulis surat kepada orang lain, kita mulai berpikir kepada siapakah surat itu akan ditujukan. Kita memilih cara berbahasa yang berbeda kepada orang yang kita hormati dibandingkan dengan cara berbahasa kita kepada teman kita.
Pada saat menggunakan bahasa sebagai alat untuk mengekspresikan diri, si pemakai bahasa tidak perlu mempertimbangkan atau memperhatikan siapa yang menjadi pendengarnya, pembacanya, atau khalayak sasarannya. Ia menggunakan bahasa hanya untuk kepentingannya pribadi. Fungsi ini berbeda dari fungsi berikutnya, yakni bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi.
Sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita, sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita. Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain :
- agar menarik perhatian orang lain terhadap kita,
- keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi
Pada taraf permulaan, bahasa pada anak-anak sebagian berkembang sebagai alat untuk menyatakan dirinya sendiri (Gorys Keraf, 1997 :4).


2 Bahasa sebagai Alat Komunikasi
Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain. Dengan komunikasi pula kita mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita, serta apa yang dicapai oleh orang-orang yang sezaman dengan kita.
Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Gorys Keraf, 1997 : 4).
Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli hasil pemikiran kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita.
Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan laku untuk dijual. Oleh karena itu, seringkali kita mendengar istilah “bahasa yang komunikatif”. Misalnya, kata makro hanya dipahami oleh orang-orang dan tingkat pendidikan tertentu, namun kata besar atau luas lebih mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Kata griya, misalnya, lebih sulit dipahami dibandingkan kata rumah atau wisma. Dengan kata lain, kata besar, luas, rumah, wisma, dianggap lebih komunikatif karena bersifat lebih umum. Sebaliknya, kata-kata griya atau makro akan memberi nuansa lain pada bahasa kita, misalnya, nuansa keilmuan, nuansa intelektualitas, atau nuansa tradisional.
Bahasa sebagai alat ekspresi diri dan sebagai alat komunikasi sekaligus pula merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri. Melalui bahasa, kita dapat menunjukkan sudut pandang kita, pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri.


3 Bahasa sebagai Alat Integrasi dan Adaptasi Sosial
Bahasa disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan, memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka, mempelajari dan mengambil bagian dalam pengalaman-pengalaman itu, serta belajar berkenalan dengan orang-orang lain. Anggota-anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan secara efisien melalui bahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi, lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok sosial yang dimasukinya, serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untuk memperoleh efisiensi yang setinggi-tingginya. Ia memungkinkan integrasi (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan masyarakatnya (Gorys Keraf, 1997 : 5).
Cara berbahasa tertentu selain berfungsi sebagai alat komunikasi, berfungsi pula sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial. Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati.
Pada saat kita mempelajari bahasa asing, kita juga berusaha mempelajari bagaimana cara menggunakan bahasa tersebut. Misalnya, pada situasi apakah kita akan menggunakan kata tertentu, kata manakah yang sopan dan tidak sopan. Bilamanakah kita dalam berbahasa Indonesia boleh menegur orang dengan kata Kamu atau Saudara atau Bapak atau Anda? Bagi orang asing, pilihan kata itu penting agar ia diterima di dalam lingkungan pergaulan orang Indonesia. Jangan sampai ia menggunakan kata kamu untuk menyapa seorang pejabat. Demikian pula jika kita mempelajari bahasa asing. Jangan sampai kita salah menggunakan tata cara berbahasa dalam budaya bahasa tersebut. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa, kita dengan mudah berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa tersebut.


4 Bahasa sebagai Alat Kontrol Sosial
Sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran dan buku-buku instruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial.
Ceramah agama atau dakwah merupakan contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Lebih jauh lagi, orasi ilmiah atau politik merupakan alat kontrol sosial. Kita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show) di televisi dan radio. Iklan layanan masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. Di samping itu, kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal.
Contoh fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita. Tuangkanlah rasa dongkol dan marah kita ke dalam bentuk tulisan. Biasanya, pada akhirnya, rasa marah kita berangsur-angsur menghilang dan kita dapat melihat persoalan secara lebih jelas dan tenang.

Photobucket

Klik disini untuk melanjutkan »»
 

TUKERAN LINK DISINI

ADHIE CENTER

INFO SITE

My Popularity (by popuri.us)
ADHIE CENTER is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com